Pada November 2022, FTX, bursa mata uang kripto terbesar kedua di dunia, tiba-tiba mengumumkan kebangkrutan. Hal ini terjadi karena FTX secara tidak sengaja mentransfer dana pelanggan ke Alameda, yang menyebabkan runtuhnya dana perusahaan. Kejadian ini melemparkan bom kejutan ke pasar mata uang kripto, tidak hanya menimbulkan kehebohan global tetapi juga memberikan dampak besar pada bursa mata uang kripto.
Pasar investasi mata uang kripto memiliki risiko yang sangat tinggi, tidak hanya karena volatilitasnya yang besar tetapi juga penuh dengan tindakan penipuan. Penipuan terkait mata uang kripto menyebabkan kerugian finansial yang terus meningkat, dengan kerugian dana investor mencapai 1,9 miliar dolar AS hingga akhir Juli 2022, meningkat 37% dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu, verifikasi KYC menjadi sangat penting dalam proses pendaftaran bursa mata uang kripto.
Tantangan Keamanan Identitas di Pasar Mata Uang Kripto
Pasar mata uang kripto merupakan area investasi yang sangat menarik dan menguntungkan bagi para penipu. Kejahatan dalam mata uang kripto memiliki banyak jenis, dengan bentuk penipuan yang paling umum adalah pembuatan akun palsu dan pencurian akun. Mereka menggunakan dokumen identitas palsu, atau gambar yang dicuri dari media sosial atau dark web, untuk mendaftar akun di bursa mata uang kripto. Selain itu, mereka juga menggunakan teknik manipulasi gambar, masker 2D, 3D, bahkan serangan Deepfake untuk menipu sistem pengenalan wajah, unttuk mencuri akun orang lain.
Setelah para penipu berhasil mendaftar di platform mata uang kripto, mereka dapat menggunakan akun tersebut sebagai alat untuk pencucian uang atau transaksi ilegal. Oleh karena itu, verifikasi KYC adalah pertahanan pertama untuk mencegah penipu potensial memasuki platform.
Bagaimana Proses Verifikasi KYC Melindungi dari Penipuan Identitas dan Menjamin Keamanan Mata Uang Kripto?
Verifikasi KYC adalah salah satu metode terbaik untuk membantu bursa mata uang kripto melawan kejahatan penipuan.
Melalui proses verifikasi KYC terhadap pelanggan, dapat teridentifikasi dokumen identitas palsu dan mencegah penipu memasuki pasar mata uang kripto sejak tahap awal. Namun, sistem verifikasi KYC tradisional biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari kerja untuk menyelesaikan pemeriksaan, sehingga layanan verifikasi KYC dengan teknologi AI anti-pemalsuan menjadi tren terbaru.
Solusi verifikasi identitas KYC dari Authme, yang menggunakan teknologi AI dan pembelajaran mesin, dapat dengan cepat mendeteksi keaslian dokumen identitas dan menyediakan hasil verifikasi secara instan, mempercepat proses pendaftaran dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Untuk penipuan seperti pencurian akun, teknologi pembandingan wajah dapat memverifikasi kesesuaian wajah di depan kamera dengan foto, efektif mencegah penipu melewati proses verifikasi KYC. Seiring dengan perkembangan teknologi yang cepat, pembandingan wajah mungkin tidak cukup untuk menghadapi serangan AI canggih seperti masker atau Deepfake. Namun, Authme menggabungkan teknologi deteksi kehidupan pasif, yang dapat mendeteksi tekstur kulit dan aliran darah melalui kamera, memastikan keaslian orang di depan kamera, dan efektif mencegah serangan pemalsuan wajah.
Verifikasi KYC Menjadi Jembatan Kepercayaan antara Bursa Mata Uang Kripto dan Investor
Menghadapi kasus penipuan identitas yang terus meningkat, banyak pengguna mata uang kripto mulai menganggap proses verifikasi KYC sebagai cara penting untuk menjamin keamanan investasi. Verifikasi KYC kini menjadi standar bagi pengguna untuk menilai keamanan platform perdagangan, sekaligus memperkuat sistem verifikasi identitas, meningkatkan keamanan, dan memenangkan kepercayaan pelanggan.
Ingin membangun proses verifikasi KYC yang aman dan lancar? Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang solusi KYC yang terpercaya!