Industri FinTech (teknologi keuangan) Taiwan saat ini mencakup berbagai bidang termasuk pembayaran digital, perdagangan aset virtual, dan layanan keuangan inovatif. Seiring dengan pertumbuhan pasar, persyaratan regulasi untuk industri FinTech semakin ketat. Perusahaan FinTech perlu menyeimbangkan antara kepatuhan, pengalaman pelanggan, dan pengembangan bisnis, sering kali menghadapi biaya kepatuhan yang tinggi. Terutama dalam operasi lintas batas, kompleksitas proses kepatuhan semakin meningkat.
Ketidakpatuhan terhadap persyaratan regulasi dapat mengakibatkan denda, penurunan reputasi, bahkan risiko penghentian operasional. Beradaptasi dengan regulasi sambil mempertahankan daya saing merupakan tantangan besar bagi perusahaan FinTech di Taiwan.
Pentingnya Kepatuhan dalam FinTech dan Persyaratan Regulasi Utama
AML (Anti Money Laundering, Pencegahan Pencucian Uang) dan CFT (Combating the Financing of Terrorism, Pencegahan Pendanaan Terorisme) adalah fokus regulasi internasional dan merupakan hukum dasar yang harus dipatuhi oleh industri FinTech. Hukum ini mengharuskan perusahaan membangun sistem pengelolaan internal yang kokoh, sistem manajemen risiko, serta memastikan keakuratan dan kecepatan dalam verifikasi identitas pelanggan dan pemantauan transaksi.
Persyaratan Kepatuhan untuk Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan di Taiwan wajib mematuhi sepenuhnya hukum Pencegahan Pencucian Uang untuk memastikan transparansi transaksi keuangan dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Hukum ini mendefinisikan pencucian uang sebagai tindakan menyembunyikan hasil kejahatan tertentu, menyamarkan asal usulnya, menghambat penyelidikan negara, atau melakukan transaksi menggunakan hasil kejahatan. Tujuannya adalah untuk mencegah infiltrasi dana kriminal ke dalam sistem keuangan dan memperkuat kerja sama AML internasional.
Lembaga keuangan diwajibkan untuk:
- Membangun sistem manajemen dan audit internal AML dan CFT sesuai dengan skala operasional.
- Menetapkan prosedur operasional dan program pelatihan yang jelas.
- Menunjuk petugas khusus dan memperbarui laporan penilaian risiko secara berkala.
Selain itu, peraturan tentang Pencegahan Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme untuk lembaga keuangan mengatur persyaratan spesifik seperti verifikasi identitas pelanggan, pemeriksaan nama pihak yang terlibat dalam transaksi, pemantauan akun dan transaksi, serta pelaporan transaksi besar atau mencurigakan.
eKYC (Electronic Know Your Customer) adalah alat penting untuk memenuhi persyaratan regulasi ini. Sebagai contoh, penerapan solusi keuangan yang menggunakan FIDO dapat meningkatkan keamanan sekaligus mengoptimalkan pengalaman pelanggan.
Persyaratan Kepatuhan untuk Bursa Aset Virtual (VASPs)
Bursa aset virtual menjadi fokus regulasi karena sifat anonim dan karakteristik transaksi internasionalnya. Di Taiwan, peraturan AML dan CFT untuk platform cryptocurrency dan operator perdagangan mulai berlaku pada Juli 2021, mewajibkan pengelolaan aset yang terpisah, transparansi operasional, dan pelaporan transaksi yang menyeluruh.
Selain itu, operator yang melakukan transaksi lintas batas harus mematuhi hukum Taiwan dan hukum setempat, serta memastikan kepatuhan AML sambil mempertahankan daya saing di pasar.
Tantangan yang Dihadapi Industri FinTech
1. Proses Kepatuhan yang Rumit
Proses KYC mengharuskan verifikasi identitas serta memastikan keakuratan dan keamanan data, sekaligus memantau aktivitas transaksi. Teknologi seperti AI dan ML perlu diadopsi untuk meningkatkan efisiensi. Bagi usaha kecil dan menengah, memenuhi persyaratan regulasi di berbagai negara menjadi beban besar.
2. Meningkatnya Risiko Pemalsuan
Teknologi deepfake dan penipuan akun baru (NAF) merupakan ancaman baru yang memperumit tantangan kepatuhan.
3. Menyeimbangkan Pengalaman Pelanggan
Proses verifikasi identitas yang berlebihan dapat menurunkan kepuasan pelanggan dan menyebabkan tingkat churn yang tinggi. Penting untuk menyeimbangkan antara pengalaman pelanggan dan kepatuhan hukum.
Auth Link: Solusi Tanpa Kode untuk Tantangan Kepatuhan
Auth Link menyediakan “kepatuhan cepat” dan “integrasi tanpa kode,” yang memungkinkan:
- Pengurangan tingkat kesalahan melalui verifikasi identitas otomatis.
- Penerapan cepat dengan sumber daya teknis minimal.
- Kepatuhan multi-regional untuk mengurangi risiko operasional.
- Peningkatan kepuasan pelanggan dan pengurangan tingkat churn.
Auth Link | KYC Tanpa Kode: Solusi eKYC Terbaik untuk FinTech
Auth Link menyediakan eKYC yang aman dan efisien, mendukung perusahaan untuk mengatasi tantangan kepatuhan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis.
1. Integrasi Tanpa Kode untuk Penerapan yang Sederhana
Auth Link menawarkan tautan autentikasi khusus yang dapat diterapkan dengan cepat tanpa memerlukan pemrograman. Selain itu, UI kustom dan pengaturan nama domain memungkinkan integrasi yang mulus dengan sistem yang ada.
2. Teknologi Canggih untuk Kepatuhan yang Cepat
Sepenuhnya mematuhi regulasi AML/CFT dan sertifikasi ISO 30107, teknologi OCR dan verifikasi NFC memungkinkan verifikasi paspor dari lebih dari 192 negara dengan akurasi hingga 99%.
3. Pengalaman Pengguna yang Lancar
Proses sederhana “klik, pindai, selfie” memungkinkan verifikasi selesai dalam waktu kurang dari 1 menit. Fitur panduan untuk pemula juga tersedia untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Auth Link adalah pilihan terbaik untuk menyeimbangkan kepatuhan dan pertumbuhan bisnis. Dengan solusi yang cepat, aman, dan fleksibel, Anda dapat meningkatkan nilai merek sambil mempertahankan daya saing. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi tim ahli Authme.