Dengan perkembangan cepat ancaman keamanan siber, serta meningkatnya kerja jarak jauh, layanan cloud, dan transaksi online, solusi verifikasi identitas digital kini menjadi prioritas utama bagi perusahaan dalam melindungi keamanan. Solusi ini membantu perusahaan memverifikasi identitas pelanggan dengan akurat dan melindungi informasi sensitif agar tidak jatuh ke tangan penjahat. Beruntung, teknologi baru seperti AI, biometrik, dan autentikasi tanpa kata sandi terus berkembang, memberikan jaringan keamanan yang lebih kokoh dan andal untuk berbagai industri, menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Ancaman Pencurian Identitas Membahayakan Keamanan Siber dan Mempengaruhi Operasional Perusahaan
Menurut laporan penelitian Keamanan Identitas Digital 2024 dari Identity Defined Security Alliance (IDSA), jumlah insiden pencurian identitas global meningkat tajam, menimbulkan kekhawatiran besar di berbagai industri. Berikut adalah beberapa data utama yang diambil dari laporan tersebut:
- Sebanyak 84% responden melaporkan bahwa insiden pencurian identitas berdampak langsung pada perusahaan mereka, dibandingkan dengan 68% pada tahun 2023. Hampir setengah dari perusahaan yang terdampak melaporkan kerusakan reputasi, memaksa mereka untuk mengalihkan fokus dari bisnis inti untuk menangani dampak insiden.
- Sebanyak 43% perusahaan mengalami satu atau dua insiden keamanan terkait identitas, sementara 48% lainnya mengalami tiga insiden atau lebih. Hanya 6% yang berhasil mencegah insiden tersebut, menunjukkan bahwa pencurian identitas semakin marak.
- 93% dari para pemangku kepentingan percaya bahwa tindakan keamanan siber yang lebih proaktif dapat membantu mengurangi dampak insiden pencurian identitas, sementara 99% perusahaan berencana meningkatkan investasi mereka dalam keamanan siber selama 12 bulan ke depan.
Langkah-langkah keamanan siber yang paling direkomendasikan oleh perusahaan untuk menangani insiden ini meliputi:
- 43% responden percaya bahwa menerapkan autentikasi multifaktor (MFA) untuk semua pengguna dapat membantu mengurangi dampak insiden. Selain itu, 38% mendukung audit akses real-time untuk informasi sensitif dan manajemen akses hak istimewa (PAM).
- 96% responden percaya bahwa AI dan pembelajaran mesin dapat membantu mengatasi tantangan terkait insiden identitas, dengan 71% di antaranya mengidentifikasi deteksi perilaku anomali sebagai kasus penggunaan utama.
- 81% optimis terhadap perkembangan autentikasi tanpa kata sandi dan melihatnya sebagai teknologi penting dalam menghadapi insiden pencurian identitas.
Tren Utama Keamanan Siber di Tahun 2024
Penyalahgunaan AI dan Kejahatan Siber
Seiring dengan evolusi teknologi AI generatif, serangan deepfake menjadi semakin rumit dan canggih. Penjahat menggunakan teknologi deepfake untuk menghasilkan fitur identitas yang sangat mirip aslinya, menipu sistem verifikasi biometrik tradisional atau memanipulasi proses transaksi online, sehingga meningkatkan risiko keamanan identitas.
Phishing dan Serangan Rekayasa Sosial
Laporan Penelitian Kebocoran Data 2024 dari Verizon menunjukkan bahwa 68% insiden kebocoran data melibatkan faktor manusia yang tidak disengaja, seperti kesalahan pengguna atau menjadi korban phishing atau rekayasa sosial. Penjahat sering menyamar sebagai organisasi sah, seperti bank atau platform pembayaran online, untuk mengelabui pengguna agar mengklik tautan dan memberikan informasi pribadi, yang kemudian digunakan untuk pencurian identitas.
Serangan APT (Ancaman Persisten Lanjutan)
Serangan APT adalah serangan siber yang tersembunyi dan berkepanjangan, sering dikombinasikan dengan phishing atau malware, yang bertujuan untuk mencuri informasi sensitif dari institusi keuangan atau pemerintah. Serangan ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan, di mana para penyerang menyusup melalui kerentanan keamanan untuk mencuri data.
Langkah-langkah umum untuk mencegah serangan APT meliputi pemantauan keamanan yang berkelanjutan, deteksi perilaku ancaman, dan segmentasi jaringan untuk mengurangi risiko serangan lateral dalam jaringan internal dan membatasi skala kerusakan.
Keamanan Penyimpanan Cloud
Dengan semakin banyak perusahaan yang beralih ke cloud, penyimpanan cloud telah menjadi medan baru untuk ancaman keamanan siber. Penyerang memanfaatkan kerentanan sistem, melewati kelemahan dalam autentikasi identitas untuk mendapatkan akses tidak sah ke informasi sensitif. Metode umum termasuk pembajakan akun dan kesalahan konfigurasi keamanan dalam layanan cloud.
Perusahaan dapat mengadopsi praktik manajemen identitas yang kuat, secara rutin mengaudit lingkungan cloud, melakukan pemantauan berkelanjutan, dan mengenkripsi data sensitif untuk mencegah akses tidak sah dan melindungi aset digital.
Ancaman Orang Dalam dan Serangan IoT
Ancaman orang dalam mengacu pada risiko keamanan yang ditimbulkan oleh individu yang terkait dengan organisasi, seperti karyawan saat ini atau mantan karyawan, kontraktor, pemasok, atau anggota dewan. Karena orang dalam sering memiliki akses sistem, mereka dapat melewati langkah-langkah verifikasi tradisional. Baik disengaja atau tidak, ancaman ini dapat menimbulkan risiko keamanan serius seperti pencurian data, kebocoran, atau perusakan informasi, serta potensi kebocoran rahasia perusahaan.
Selain itu, dengan kemajuan teknologi IoT, perangkat yang memiliki protokol keamanan lemah dapat menjadi target serangan botnet dan infiltrasi jaringan. Untuk mengatasi ini, organisasi harus menerapkan kontrol keamanan yang ketat, memantau aktivitas jaringan internal secara terus-menerus, serta memastikan perangkat IoT diperbarui dan dienkripsi dengan benar.
Serangan Komputasi Kuantum
Meski para ahli memperkirakan bahwa komputasi kuantum yang matang masih berjarak 10 hingga 20 tahun, para penjahat sudah mulai bersiap. Mereka mengumpulkan dan menyimpan informasi terenkripsi hingga komputasi kuantum dapat dengan mudah memecahkan teknologi enkripsi saat ini seperti E2EE, RSA, dan ECC. Serangan ini dikenal dengan istilah “panen sekarang, dekripsi nanti” (harvest now, decrypt later, HNDL).
Perusahaan dapat mengadopsi teknologi enkripsi pasca-kuantum (PQC) dan memastikan fleksibilitas dalam transisi teknologi enkripsi (agility cryptographic) agar dapat menjaga integritas data meskipun kemampuan komputasi kuantum semakin berkembang di masa depan.
Solusi Inovatif dalam Verifikasi Identitas
AI dan Pembelajaran Mesin
AI dan pembelajaran mesin (ML) adalah alat utama dalam memerangi penipuan identitas. Teknologi ini dapat menganalisis basis data yang besar secara real-time dan mendeteksi anomali, sehingga meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam mengidentifikasi perilaku penipuan, mempercepat waktu respons, serta mencegah insiden sebelum memburuk.
Biometrik dan Deteksi Kehidupan (Liveness Detection)
Seiring dengan meningkatnya serangan deepfake, pentingnya teknologi deteksi kehidupan dalam verifikasi biometrik juga meningkat. Teknologi ini menggunakan pemindaian sidik jari atau pengenalan wajah serta algoritma visi komputer untuk menentukan apakah subjek yang terdeteksi adalah wajah manusia nyata. Kondisi seperti pemakaian topeng atau rekaman ulang video dianggap sebagai data serangan (attack data), sehingga memungkinkan deteksi penipuan secara real-time dan mencegah pelanggaran sistem oleh penjahat.
Autentikasi Tanpa Kata Sandi
Kata sandi tradisional dapat dibagikan, ditebak, atau dicuri, yang sering menimbulkan masalah keamanan. Metode login tanpa kata sandi semakin populer, memungkinkan pengguna untuk memverifikasi identitas mereka dengan berbagai cara tanpa harus memasukkan kata sandi atau menjawab pertanyaan keamanan, yang secara bersamaan meningkatkan keamanan dan pengalaman pengguna.
- Standar FIDO: FIDO menggunakan kriptografi kunci publik untuk autentikasi, menyimpan kunci publik di server dan kunci pribadi di perangkat pengguna. Selama login, informasi autentikasi yang diperoleh melalui biometrik digunakan untuk membuka kunci pribadi, yang kemudian membuka kunci publik untuk menyelesaikan login. Dengan demikian, informasi pribadi pengguna tidak perlu diunggah ke cloud, secara efektif mencegah akses ilegal ke data login.
- Kata Sandi Satu Kali (OTP): OTP adalah kata sandi acak yang dihasilkan dan hanya berlaku untuk satu sesi login. Meskipun peretas berhasil mencegat OTP, mereka tidak akan dapat menggunakannya lagi di login berikutnya, sehingga keamanan lebih terjamin.
- Autentikasi Multifaktor (MFA): MFA menggabungkan beberapa faktor autentikasi, seperti biometrik, OTP, dan kunci keamanan perangkat keras. Meskipun salah satu faktor berhasil diretas, pelaku kejahatan masih akan dicegah mengakses sistem karena adanya faktor lain, sehingga memperkuat keamanan login.
Arsitektur Zero Trust
Arsitektur Zero Trust mengharuskan semua operasi dan permintaan akses dalam suatu organisasi, tanpa memandang asalnya, untuk terus dilakukan autentikasi, kontrol akses, dan pemantauan keamanan. Melalui “akses perangkat dan autentikasi pengguna”, “kontrol akses kontekstual”, dan “kontrol akses dinamis”, risiko keamanan diminimalkan dan kebocoran data dicegah.
Bagaimana Perusahaan Dapat Memperkuat Keamanan Siber dengan Verifikasi Identitas
Solusi verifikasi digital yang aman, efisien, dan akurat harus disesuaikan dengan kebutuhan industri yang berbeda:
- Layanan Keuangan: Institusi keuangan perlu memverifikasi identitas pelanggan dengan cepat dan akurat selama proses pembukaan akun dan transaksi untuk memastikan kepatuhan terhadap KYC dan AML, mencegah penipuan dan pencucian uang, serta memberikan pengalaman layanan keuangan yang lancar dan aman yang meningkatkan kepercayaan pelanggan dan reputasi organisasi.
- Kesehatan: Dengan digitalisasi sistem kesehatan dan meningkatnya penggunaan telemedicine, penyedia layanan kesehatan harus mengelola catatan pasien secara efektif dan melindungi data sensitif. Solusi verifikasi identitas digital membantu penyedia layanan kesehatan memverifikasi identitas pasien dengan cepat, mencegah penipuan, seperti pencurian identitas untuk klaim asuransi, dan menyederhanakan proses verifikasi dokumen serta janji temu online, meningkatkan kualitas layanan kesehatan digital.
- Ekonomi Berbagi: Kepercayaan adalah dasar ekonomi berbagi. Baik dalam platform berbagi kendaraan maupun akomodasi, verifikasi identitas real-time yang akurat dan sesuai dengan regulasi diperlukan selama proses pendaftaran dan transaksi untuk melindungi data pribadi, mencegah penipuan, serta memastikan keamanan transaksi online.
- Akomodasi Pintar: Proses verifikasi digital yang terotomatisasi memungkinkan wisatawan menyelesaikan verifikasi identitas dengan cepat dan memesan penerbangan, akomodasi, atau aktivitas. Penyedia akomodasi dapat menyederhanakan prosedur check-in, menawarkan layanan check-in mandiri tanpa kontak, serta mengelola akses di area tertentu untuk memastikan keamanan tamu selama masa tinggal.
- Mata Uang Kripto: Proses verifikasi identitas digital di platform mata uang kripto memastikan bahwa bursa mematuhi persyaratan regulasi dan mencegah penipuan identitas, sekaligus memperkuat sifat terdesentralisasi industri ini. Hal ini membantu menciptakan lingkungan transaksi yang aman dan terpercaya, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di bidang aset digital.
Mencegah Ancaman Siber Dimulai dengan Memperkuat Layanan Verifikasi Identitas
Serangan siber terus berkembang, dan teknik kejahatan serta teknologi semakin canggih. Setiap kerentanan dalam keamanan sistem dapat dieksploitasi oleh teknologi baru yang kompleks, sehingga perusahaan harus menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang melampaui pendekatan tradisional untuk menghadapi tantangan ini.
Dengan layanan verifikasi identitas all-in-one dari Authme, Anda dapat mengoptimalkan proses KYC dan mengembangkan solusi verifikasi identitas yang efisien, aman, dan nyaman, melindungi privasi pelanggan dan keamanan operasional perusahaan. Tingkatkan kualitas layanan digital dan efisiensi manajemen keamanan siber, serta cegah insiden penipuan identitas dari sumbernya.